Pelatih Juara Euro 1992 Meninggal Dunia

Pelatih Juara Euro 1992 Meninggal DuniaPelatih Juara Euro 1992 Meninggal Dunia – Richard Moller Nielsen yang membawa Denmark mendapatkan gelar juara tunggal mereka di kompetisi besar telah meninggal dunia kemarin, Kamis 13 Februari 2014. Dia akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah berjuang begitu keras untuk menyembuhkan penyakit yang menggerogoti dirinya selama bertahun lamanya.

Orang di balik layar dari penampilan sensasional Denmark di kejuaraan Euro tahun 1992 tersebut pada akhirnya harus meninggal dalam usia 76 tahun. Berita ini pertama kali diumumkan oleh Asosiasi Sepak Bola Denmark alias Danish Football Association (DFA). Dalam beberapa saat saja kemudian, hal tersebut sudah menjadi Trending Topic Twitter untuk negara Denmark. Sebuah hal yang menunjukkan bahwa warga Denmark, semuanya berkabung.

Pelatih karismatik nan jenius tersebut sebelumnya berjuang untuk mengembalikan kesehatannya ke kondisi normal setelah mengalami sebuah operasi untuk tumor otaknya pada akhir Juli kemarin. Dia memang sudah terindikasi tumor otak sejak enam tahun lalu yakni pada awal tahun 2008. Sebuah vonis dokter bahkan pernah menyatakan dirinya tidak akan hidup lebih daripada 72 tahun. Namun, dengan semangat sepak bolanya, yakni semangat pantang menyerah, optimis dan tidak pernah putus asa. Moller Nielsen bahkan bisa berusia sampai 76 tahun. Tetapi kemudian, penyakitnya tersebut semakin menggerogoti dirinya hingga kemudian tim dokter yang merawatnya menyarankan dia harus operasi pada bulan Juli tahun 2013.

Moller Nielsen sendiri adalah mantan pemain tim nasional Denmark pada awalnya namun kemudian dia mengalami sebuah cedera berkepanjangan yang memaksa dirinya harus segera pensiun. Setelah pensiun tersebut dirinya banyak menimba ilmu dari para pelatih yang berada di Denmark dan memulai meniti karirnya sebagai pelatih tim nasional Denmark usai Piala Dunia 1990. Dia kemudian ditargetkan untuk lolos ke Piala Eropa 1992. Tetapi, naasnya mereka kalah bersaing dengan Yugoslavia yang padahal ketika itu sedang dilanda konflik bersenjata dan negara. Soal internal Yugoslavia ternyata berlarut. Yugoslavia yang sedang memiliki generasi emas terpaksa dihukum tidak boleh mengikuti Piala Eropa 1992 dan pada akhirnya Denmark, negara asal penemu dinamit, Alfred Nobel, yang ditunjuk untuk menggantikan Yugoslavia.

Denmark kemudian seperti julukannya, tim dinamit, mereka meledak di Piala Eropa 1992. Dipimpin oleh Brian Laudrup di lapangan, mereka mampu menghabisi dan melindas semua lawan yang menghadang di depan. Di babak semi final kontra juara bertahan Belanda, sangat terlihat sekali kejeniusan pelatih legendaris Denmark ini.

Richard Moller Nielsen menginstruksikan agar mengunci total trio Belanda yang bermain untuk klub AC Milan: Ruud Gullit, Van Basten dan Frank Rijkaard. Hasilnya benar, Belanda mati kutu karena tidak ada lagi pemain yang bisa membawa perubahan. Lebih sensasional lagi di final mereka mengalahkan Jerman sang Juara Dunia 1990. Maka, untuk itu Denmark memang patut berterima kasih kepada Richard Moller Nielsen. Selamat Tinggal!