Memandang Kegagalan Piala Dunia U-20 Bagi Inggris

Memandang Kegagalan Piala Dunia U-20 Bagi Inggris

Memandang Kegagalan Piala Dunia U-20 Bagi Inggris

Pasar Taruhan Bola – Bang! Mesir menambah kehancuran yang sudah dialami oleh tim nasional kelompok umur Inggris. Kegagalan di Piala Dunia U-20 hanyalah pelengkap kegagalan serupa yang dialami oleh timnas Inggris U-21 di turnamen Euro U-21 beberapa pekan lalu. Timnas Inggris U-20 menorehkan prestasi fenomenalnya yang mengikuti jejak “prestasi” senior mereka di timnas U-21 : pulang dari turnamen internasional tanpa sekalipun memenangi pertandingan. Kesialan, hancurnya harapan, semua keburukan yang siap diterkam oleh media Inggris karena timnas mereka tak menunjukkan kemajuan di berbagai level yang mereka ikuti. Anda tak dapat melakukan pembelaan apapun, bila termasuk dalam fans the three lions. Dapatkah?

Timnas U-20 adalah kelompok umur yang dapat disebut lucu bagi orang Inggris sendiri. Seperti timnas U-18, mereka yang tergabung dalam skuad sangat jarang bertemu dan bermain sebagai tim. Jenjang kompetisi sepak bola di Eropa lazimnya adalah pada U-21, U-19, U-17, dan U-16, hingga kelompok umur yang disebutkan tadi sering bermain sebagai tim daripada timnas U20. Dengan tim U-21 yang dikirim keEuro U-21 Israel beberapa pekan lalu yang tidak berisikan skuad dengan umur dibawah 21 tahun terbaik yang dimiliki Inggris. Faktanya, bila ada orang Inggris yang merupakan supporter seperti orang kebanyakan sekalipun, dia hanya akan mengenal maksimal 3 nama diantara skuad yang berangkat ke Turki. Jadi, siapa saja pemain-pemain tersebut?

Skuad berisikan pemain yang telah bermain regular baik di tim cadangan maupun di tim akademi bagi klub mereka dalam beberapa tahun terakhir. Bisa juga berisikan pemain yang telah merasakan kompetisi di divisi championship selama musim 2012/2013. Bila menilik dari segi pengalaman, akan didapat pengertian seperti ini : Timnas U-20 Inggris terdiri dari 21 pemain yang 13 diantaranya tidak pernah merasakan kompetisi level top. 7 pemain dengan total 63 laga Liga Premier Inggris dan kebanyakan tampil dari bangku cadangan. Dan Eric Dier yang tak mendapatkan tempat di tim utama Sporting Lisbon. Mungkin saja persepsi ini membuat beberapa orang mengatakan ‘maklum’ atas kegagalan pemain U-20 Inggris untuk meraih satu kemenanganpun di Turki. Kumpulan pemain ini tak dapat dikatakan sebagai pemain yang nir pengalaman bertanding. Lihat saja negara lain yang bermain di grupnya masing-masing, dan lihat mereka dari segi pengalaman; Chili dan Mesir menggunakan pemain U-20 yang belum pernah bermain bersama dan pemain yang juga sangat jarang bertemu. Mereka juga bukan merupakan langganan timnas kelompok umur dibawahnya. Tapi beberapa diantaranya pernah bermain bagi tim nasional senior.

Tapi Inggris tetaplah Inggris! Tak masalah pengalaman seperti apa yang pernah dimiliki oleh pemain dari negara lain, Inggris pasti bisa mengalahkan mereka dengan telak. Mungkin itulah yang ada dalam pikiran pembuat kebijakan pengembangan sepakbola di FA.

Pendapat tersebut tak sepenuhnya salah. Inggris memiliki berbagai macam klub yang memiliki sistem pembinaan akademi terbaik dan bisa menghasilkan pemain sangat bagus untuk tim nasional. Tiga tahun lalu timnas Inggris bisa menjuarai Euro U-17. Jadi tiga tahun berikutnya apa yang salah? Dari pemain U-17 yang sukses, hanya enam diantaranya yang berada dalam timnas U-20 dengan beberapa bermain di timnas U-21 atau cedera. Pengalaman dari segi apapun merupakan elemen yang penting baik dalam kompetisi tingkat klub maupun kompetisi internasional. Apalagi saat turnamen umur yang berisikan negara lain, juga pernah mengikuti turnamen serupa. Kita sudah tahu bahwa pemain muda sangat sulit sekali mendapatkan kesempatan untuk bermain di tim utama Liga Premier Inggris, kita dapat berpendapat bahwa sumber masalahnya adalah FA yang memperbolehkan hal itu terjadi. Tapi yang terpenting dari perjalanan timnas Inggris U-20 adalah kemampuan bermain mereka yang sangat baik. Satu-satunya kesialan adalah kegagalan untuk memanfaatkan begitu banyak peluang di depan mata. Pemain yang tampil dalam Piala Dunia U-20 tak bisa disamakan dengan pemain yang tampil hancur di Euro U-21. Harian Bola Online