Bola Online Penggemar Sepak Bola di Mesir Ingin Eksis

Penggemar Sepak Bola di Mesir Ingin Eksis

Penggemar Sepak Bola di Mesir Ingin Eksis

Bola Online – Seperti organisasi Ikhwanul Muslimin, para penggemar sepak bola yang militan sedang berjuang untuk mempertahankan keberadaan mereka di Mesir. Dalam perkembangan yang sama seperti Ikhwanul Muslimin yang kemudian akhirnya dilarang, beberapa kelompok suporter di Mesir terancam mengalami hal serupa. Pemerintah Mesir sedang mendiskusikan bagaimana caranya menghadapi para ultras yang kemudian menjadi basis masa terbesar ketika terjadi protes anti pemerintah baik dari zaman Husni Mubarak, anti Mursi dan sekarang ketika pemerintah Mesir berada di tangan militer. Koran Al-Ihram memberitakan dan mendapatkan bocoran dari pemerintah yang lebih bertangan besi daripada sebelumnya bahwa pemerintah akan melarang beberapa kelompok suporter garis keras alias ultras yang sering mengkritik pemerintah.

“Apakah fans-fans Ultras macam pendukung Zamalek dan Al-Ahly akan dibubarkan? Yakinkah pemerintah bisa memberikan kartu mereka kepada para ultras ini? Tidakkah kemudian hal tersebut akan malah membuat pemerintah menggali kuburannya sendiri?” Begitulah bunyi kutipan dari berita yang disadur dari koran harian Al-Ihram. Masih menurut koran tersebut, “Pada hari-hari ini suporter klub dari Zamalek dan Al-Ahly adalah sebuah fenomena. Mereka tidak hanya suka sepak bola tetapi mereka juga mengerti bagaimana caranya menggulingkan sebuah pemerintahan. Maka, rezim militer yang berkuasa saat ini sangatlah takut kepada mereka, selain dari organisasi Ikhwanul Muslimin tempat Mursi berasal.”

Pemerintah menganggap bahwa fan garis keras alias ultras ini adalah simbol kekerasan dan perlawanan. Bahkan penguasa Mesir saat ini yang berasal dari militer yakni Jenderal Abduk Fattah As-Sisi menyampaikan seruan pembentukan Satuan Keamanan Melawan Ultras. Hal ini memicu kemarahan dari para ultras khususnya Ksatria Putih Ultras yang merupakan kelompok pendukung Zamalek yang terbesar. KPU dianggap rezim As-Sisi sebagai teroris berkedok pendukung klub sepak bola.

Kejadian mengerikan pun terjadi. Ribuan suporter Zamalek menguburkan salah seorang anggota mereka karena terbunuh oleh Satuan Keamanan tersebut. Kejadian ini bermula ketika para suporter Zamalek ingin masuk ke markas mereka namun dihalangi oleh Satuan Keamanan. Para penjaga ini meminta agar para pendukung tetap di luar saja. Marah akan hal tersebut berbondong-bondong penonton masuk. Tak pelak beberapa Satuan Keamanan mengambil tindakan tegas bahkan akhirnya ada yang mengeluarkan tembakan peringatan yang kemudian ternyata nyasar dan mengenai salah seorang pendukung Zamalek yang akhirnya tewas tersebut sebelumnya.

Pemerintah ini sepertinya tidak belajar dari kesalahan tahun lalu ketika 74 orang suporter tewas saat politik Mesir sedang memanas. Salah satu sebab hal terjadinya kudeta adalah hal ini juga. Tetapi seolah mengulang kesalahan rezim yang digulingkan, pemerintah malahan bersikap sangat diktator dengan mengatakan bahwa kelompok suporter khususnya yang bergaris keras ultras tidak ada. Bagi yang hanya ingin menonton sepak bola ya dipersilahkan tetapi jangan sampai berlebihan. Ini adalah sebuah penghinaan sebetulnya terhadap para suporter. Tetapi, memang kondisi di Mesir jauh lebih baik daripada di Turki yang sampai harus melibatkan banyak lembaga. Bola Online