Bola Online Menjadi Raja Sehari, Liverpool

Menjadi Raja Sehari, Liverpool

Menjadi Raja Sehari, Liverpool?

Bola Online – Liverpool sepertinya hendak benar-benar kembali menjadi raja Liga Inggris. Pasukan Brendan Rodgers pada pekan ini akan menjadi pemimpin puncak minimal selama sehari andai kata bisa menaklukkan Crystal Palace. Terakhir kali Liverpool memimpin klasemen Liga Premier Inggris adalah 20 tahun lalu ketika pada musim 1992/1993 saat Liga Premier Inggris baru berjalan setahun. Sebelum era Liga Premier dan Manchester United Sir Alex Ferguson belum begitu perkasa, Liverpool adalah penguasa Liga Inggris sebelum tragedi demi tragedi melanda klub yang sudah merasakan 18 kali juara liga Inggris ini. Sampai, saat ini Liverpool masih penasaran untuk merasakan gelar juara Liga Premier Inggris.

The Reds menjamu tamunya Crystal Palace di stadion kebanggaan mereka, Anfield. The Kop sebutan bagi para pendukung Liverpool memenuhi stadion tersebut. Mereka seolah ingin merasakan duduk di puncak klasemen. Sesuatu yang sudah lama sekali mereka rindukan. Mereka bertanya-tanya bagaimana rasanya menjadi pemimpin kompetisi walau hanya sehari. Hal ini tercermin dalam nyanyian-nyanyian dan yel-yel mereka yang menyemangati para pemain Liverpool untuk menang agar bisa menjadi pemangku tahta.

Kepercayaan dan harapan para pendukung Merah seperti langsung dipenuhi oleh para pemain Liverpool. Adalah pemain bengal nan kontroversial tetapi superstar, Luis Suarez, di menit ke-13 yang membuat The Kop semakin bersemangat untuk mendukung. Golnya membuka pesta Liverpool semalam. Yel-yel tentang Suarez bergema di seantero stadion. Kemudian, empat menit berselang pemain muda dan kesayangan baru publik Anfield, Daniel Sturridge menggandakan keunggulan Si Merah. Sturridge dengan gol ini juga memimpin daftar top scorer sementara Liga Inggris dengan enam gol. Striker tim nasional Inggris ini juga kemudian membuat The Kop harus membuat yel-yel baru untuknya yakni : “Sturridge our goal scorer our top scorer…” Begitu The Kop secara spontan membuat sebuah chant baru untuk mereka. Dua gol ini juga menasbihkan bahwa Liverpool mempunyai duet penyerang maut dan mematikan yang sangat mengancam. Sebutan duet ini mirip-mirip dengan duet tim nasional Inggris dekade 90-an, Shearer and Sheringham disingkat SAS, kalau duet Liverpool adalah Sturridge and Suarez.

Manajer Ian Holloway kemudian seperti mengubah formasi daripada biasanya yang mengandalkan pola seimbang standar 4-4-2 dengan mengubahnya menjadi pola menyerang 4-3-3. Tetapi, Rodgers seperti sudah mengantisipasinya dan Holloway yang harus membayar mahal atas uji cobanya ini dengan formasi baru yang tidak terbiasa dipakai oleh para pemain Crystal Palace. Seolah ingin bergabung juga dengan kegembiraan para pendukung, Steven Gerrard ikut menyumbangkan kontribusi gol melalui titik penalti. Penalti berawal dari pelanggaran Moxey kepada Sterling. Wasit kemudian meniup peluit dan menunjuk titik putih yang berarti penalti. Sang Kapten Legenda dengan sangat dingin menendang ke sudut bawah gawang Palace yang dijaga Speroni.

Crystal Palace bukan tanpa perlawanan. Di babak kedua mereka berhasil mencuri satu gol berkat jasa kerja sama Campana dan Gayle. Campana lewat tendangan bebas mengirimkan bola kepada Gayle yang berhasil disambut dengan tandukan. Tetapi, itu menjadi gol terakhir di pertandingan tersebut. Dengan hasil 3-1 ini Liverpool berhak menduduki puncak klasemen. Menang satu angka atas Arsenal yang belum bermain. Andai Arsenal menang Liverpool harus kembali di posisi runner-up. Tapi, saat ini nikmati saja dulu kemenangan ini Reds! Bola Online