Bola Online Mamadou Sakho Pindah Karena Ambisi Pribadi

Mamadou Sakho Pindah Karena Ambisi Pribadi

Mamadou Sakho Pindah Karena Ambisi Pribadi

Bola Online – Pemain asal Prancis,  Mamadou Sakho kini sudah pindah ke Liverpool. Liverpool menggaetnya dari jawara Prancis, Paris Saint Germain. Mamadou Sakho mengatakan kepindahan dirinya ke Liverpool bukan karena dia kalah bersaing dari Alex, Thiago Silva dan Marquinhos di skuad asuhan Laurent Blanc yang memperkuat keputusannya untuk pindah, namun penyebabnya adalah Mamadou Sakho jelas tidak nyaman dengan arah PSG di bawah Qatar Sports Investments.

“Ada gaya yang berbeda antara Paris St-Germain dan Liverpool,” tambahnya. “ perbedaannya adalah masalah masuknya uang atau membangun fasilitas atau membeli pemain yang mengisi skuad. Skuad PSG sangat berorientasi Bisnis dalam semua hal itu. Aku datang kesini karena klub ini mempunyai mentalitas keluarga. Itulah yang membuat saya cocok disini dan saya merasa sudah memiliki sebuah kelompok keluarga yang memiliki tujuan yang sama” Mamadou Sakho menjalani debutnya saat melawan Swansea pada hair senin untuk menggantikan posisi Daniel Agger yang mengalami cedera tulang rusuk. Ia percaya kemampuannya dalam duel diudara, kecepatannya dan kekuatannya ideal untuk menjalani pertandingan pertandingan berat di liga primer Inggris. “kekuatan adalah salah satu kelebihan saya. Saya seorang bek dan saya harus menggunakan kekuatan saya, tapi akau masih harus tetap melatih dan terus maju.

Tapi pemain yang kini berusia 23 tahun itu hampir tidak pernah berhasil sejauh ini. PSG mungkin telah gagal dalam upaya mereka untuk menjaga Sakho tapi mereka membatasi pergerakannya sebagai remaja pemberontak. Tekadnya dipertanyakan beberapa kali di Paris dan dia pernah diancam bahwa ia akan diusir dari klub setelah bermasalah terlalu banyak dengan rekan satu tim dan pelatih. “Apa yang bisa saya katakan? Aku dibesarkan di daerah Paris yang tidak semua manis dan baik,” kata Sakho mengakui. “Permukiman ini cukup sulit. Di usia semuda itu, Anda harus bisa menempatkan diri dan mendapatkan rasa hormat. Ketika saya berusia sekitar 14, 15 tahun saya mencoba untuk memaksakan diri melawan pada pemain lain di sekitar saya. Itu sedikit fisik, sedikit verbal. aku masih remaja.

“itu jelas saya lakukan karena jika saya berbuat kesalahan maka saya akan berada dalam masalah. Saya dengan segera sadar untuk kembali fokus. Itu demi kebaikan saya sendiri. Saya selama fase menjadi pemberontak sebelum ayahku meninggal memutuskan untuk berkonsentrasi untuk menjadi pesepakbola professional. Hidup itu cukup sulit pada waktu itu tapi aku telah mengambil kewajiban akau sendiri untuk menjadi Pro dan menjadi tulang punggung keluarga saya.

Mamadou Sakho sekarang menjadi salah satu bek paling mahal dalam sejarah Liverpool saat dibeli dari PSG. Tapi dia merasa ada tekanan berat saat berada di Anfield. Dia mengatakan “bagi saya harga yang mereka bayar tidak ada artinya. Secara pribadi saya tidak terganggu oleh itu” katanya. “Saya telah dibawa ke sini untuk mengisi kebutuhan klub. Itu adalah hal yang paling penting untuk datang ke sini dan memakai Jersey Liverpool dengan kebanggaan dan menjunjung klub setinggi mungkin. Ini adalah halaman baru dalam sejarah Liverpool dan saya pindah ke sini semata mata di atas keuntungan pribadi. ” Bola Online