Andrei Arshavin Yang Malang

andrei_arshavin

Andrei Arshavin Yang Malang

Harian Bola Online – Andrei Arshavin datang di Emirates Stadium sebagai pemain dengan nilai transfer termahal dalam sejarah klub Arsenal. Permainannya yang mengesankan di Euro 2008 yang telah diikuti dengan peran serta dirinya di Zent St Petersburg dalam kemenangan Piala UEFA, pengrekrutan dirinya ke Arsenal menuai pujian dan ekspetasi yang begitu besar bagi petinggi klub, pelatih Arsenal, Arsene Wenger dan juga para media dan Fans. Ia memiliki segalanya untuk menjadi seorang pemain yang sempurna, ia memiliki kecepatan, visi, kontrol bola yang baik dan penempatan posisi yang sangat baik, tak heran klub sekelas Barcelona pun tergoda untuk mendapatkan tanda tangannya, sebelum akhirnya dirinya memutuskan untuk berlabuh ke Arsenal.

Pemain asal Rusia ini telah tiba di Liga Premier pada bulan Januari tahun 2009 dan hanya membutuhkan beberapa hari untuk menyesuaikan diri dengan liga Inggris  yang disebut sangat sulit diikuti oleh orang yang berasal dari liga lain. Sayangnya, jerih payah Ashavin di Arsenal sejak merumput empat tahun yang lalu tidak membuahkan perpanjangan kontrak untuknya dan lebih lama menggunakan jersey Arsenal. Dia kini harus angkat kaki dari Emirates Stadium dengan status bebas transfer, karena dirinya sepertinya tidak lagi diperlukan di Arsenal. Ketika tiba di Arsenal, lini tengah Arsenal sudah dikuasai oleh Cesc Fabregas, dimana posisi Fabregas merupakan posisi favorit seorang Arshavin di timnas Rusia maupun klub sebelumnya. Domasi Cesc Fabregas memaksa Arshavin bermain lebih melebar atau hanya menduduki bangku cadangan, setelah kepergian Cesc Fabregas menuju klub masa kecilnya, Barcelona. Arshavin gagal memberikan kontribusinya dalam tim. Sehingga membuat Samir Nasri mendapatkan satu tempat yang ditinggalkan oleh Cesc Fabregas. Begitupun ketika Nasri secara mengejutkan menyatakan keinginanya untuk meninggalkan Emirates Stadiium dan bergabung dengan Manchester biru. Arsenal lebih memilih untuk mendatangkan pemain everton, Mikel Arteta untuk mengisi slot yang ditinggalkan Fabregas dan Nasri, dan Arshavin tetap mengisi sisi lebar Arsenal. Ia pun pernah dipinjamkan kembali keklub lamanya Zent St Petersburg, dan kembali pada tahun terakhir kontraknya bersama Arsenal.

Munculnya pemain muda berbakat Alex Oxlade Chamberlain membuat posisi Arshavin semakin diujung tanduk, kini posisi yang biasa ditempatinya, diisi oleh Ox, dan semakin minim jam terbang yang ia dapatkan di Arsenal. Hingga, musim 2012 – 2013 ini resmi berakhir, berakhir pula kontrak dirinya dengan Arsenal, klub yang 4 tahun dibelanya. Mulai dari gol heroiknya kegawang Liverpool saat musim pertamanya, hingga gagal mendapatkan hati para fans karena biaya transfernya yang merupakan tertinggi di klub London itu dirasa tidak sesuai dengan kontribusi pria Rusia ini terhadap klub hingga cedera yang kerap kali menghantuinya. Sungguh malang nasib seorang Arshavin sebagai pemain berbakat yang terbuang.